You are currently browsing the category archive for the 'kontemplasi' category.
![]()
Tulisan ini diambil dari www.cosmopolitan.co.id
Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, konon begitu katanya. Namanya juga manusia. Berbekal dengan pembelaan ini lah orang biasanya akan memperbaiki kesalahan itu atau justru melupakannya lalu terus kembali melanjutkan hidup. Tapi melakukan kesalahan di kantor? Tidak segampang itu, teman! Masalah jelas jauh lebih serius jadinya dibandingkan “keteledoran” Anda jatuh cinta pada pria gay misalnya. Kekhilafan Anda di kantor tak hanya bisa berakibat pada mandegnya karier secara pribadi, namun juga bisa mengakibatkan masalah serius terhadap perusahaan!
Biar begitu, semua orang memang pasti pernah melakukan kesalahan. Ya, di kantor sekalipun. Kenyataannya ini, kesalahan dan masalah adalah bagian yang tak terpisahkan dalam bisnis, dan setiap orang kebagian jatah untuk ketiban sial. Betul sekali, tak hanya Anda yang pernah berbuat error. Direktur Utama saja dijamin pernah salah bertindak. Tak ada seorang pun yang ingin dengan sengaja melakukan sesuatu yang keliru, tapi tetap saja terjadi toh? Apalagi dengan arena kerja sarat tekanan yang kian hari kian menuntut kesempurnaan ini. Read the rest of this entry »

bukan artikel motivasi sih. cuman mau sharing ajah kalau positive thinking dan terutama sekali positive feeling itu luar biasa dahsyatnya.
ceritanya hari minggu 6.9.9. kemarin saya niatkan untuk ke panti asuhan memberikan sekedar sumbangan dari gaji saya bulan ini, jumlahnya sih tidak seberapa tetapi yang saya hormati dari proses ini adalah sikap dan perasaan yang tanpa beban – tanpa mikir ketika menyerahkan amplop berisi uang tersebut.
kemarin saya menghadiri marketing meeting rutin yang diadakan setiap bulannya di kantor. karena manager departemen kami tidak berada di makassar maka salah seorang staff di departemen sales & marketing lah yang di mandat sebagai wakil beliau dalam meeting.
saya masuk ruangan dengan persiapan yang tidak terlalu bagus, secara selama 2 hari sebelumnya saya berada di luar makassar dalam rangka menjajal prosepek kerjasama di kabupaten lain. maka jadilah saya yang tiba malam harinya sebelum meeting tersebut, mempersiapkan diri semata-mata dengan menata mental kala membayangkan akan seperti apa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh jajaran manager.
so, meeting dimulai dan kami bersepuluh berisi makhluk-makhluk ajaib dan keras kepala ini memulai presentasi masing-masing. so far so good, meskipun beberapa kali pertanyaan yang diajukan menusuk (?!). tetapi syukurlah tim kami bisa saling mem-back up.
dan ketika giliran saya tiba, maka tema utama pertanyaan adalah “why?! where are you jhod?!”
ternyata kemarin ada rombongan dari salah satu media yang -katanya- memenuhi undangan buka puasa dari kami, ternyata malah membawa 25 orang untuk bikin talk show! maka jadilah kepanikan melanda hotel -saya belum masuk lagi hari itu- dan syukurlah acaranya berjalan lancar meskipun meninggalkan catatan, bahwa segala sesuatu harusnya di koordinasikan dulu sebelum dieksekusi…
tapi miss communication seringkali tetap terjadi, dalam hal ini saya pikir peran pemimpinlah yang diperlukan untuk mengendalikan atau merubah arah kebijakan. setidaknya agar kerja tim tetap terjaga meskipun barangkali untuk menanamkan pemahaman masih butuh waktu yang lebih lama lagi.
saya berharap menemukan surga di dunia kerja, dipimpin dengan hati, bekerja karena kita adalah khalifah di muka bumi. semoga tercapai, amin
ah, tulisan ini hanyalah curhatan seorang karyawan biasa… itu saja.
“This is my life !” begitu tegas saya kepada arief ketika dia mengajakku begadang di UKM Seni UNM beberapa malam yang lalu, padahal besok saya harus ngajar pagi-pagi karena siswa-siswaku udah masuk ke musim ujian.
Arief memandangku dengan tatapan memaksa sekaligus bertanya, kenapa?!
kenapa saya lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan di dunia pendidikan, kenapa ‘berkhianat’ dari kessenian… ugh! saya harus menampar kepalanya berkali-kali, membenturkannya ketembok supaya kawan-kawan semacam arief membuka mata bahwa kahidupan ini adalah sebuah ekosistem yang holistik, menyeluruh, sinergi!
Kita sendirilah yang menyiksa diri dengan melakukan pemetaan-pemetaan dan mebangun batasan yang tidak perlu, hanya dengan tujuan untuk memberikan definisi dan identitas diri. ini semata sekedar menunjukkan kerapuhan kita akan hakikat manusia sesungguhnya (weits dalem yah?!). tapi serius, kalau saja saya tidak bertemu dengan pencerahan ini rasanya saya akan terseok-seok mencari-cari dimana posisi, ruang, area tempatku pantas berada… banyak orang begitu kan?! anda juga barangkali…
…
Setelah sepanjang masa kuliah bergelut dengan organisasi seni di kampus parangtambung, lalu pasca alumni tiba-tiba tercebur ke dunia pendidikan benar-benar membuat saya harus beradaptasi dengan pola pikir, sikap dan paradigma yang seringkali bertolak belakang (?!) atau berbeda dengan yang sebelumnya saya pahami dan saya agung-agungkan.
di satu sisi rasanya memang saya masih sangat ingin berhujan-hujan menikmati derasnya keleluasaan berekspresi, tetapi pada sisi lain ada hal yang tidak mesti selalu di mengerti. Lagipula setelah menemukan p’haji danil -nanti saya akan ceritakan tentang beliau ada semacam kesadaran tentang kehidupan yang perlahan-lahan tumbuh dan berkembang di dalam jiwaku.
bahwa sesungguhnya pengertian kebahagiaan ada di dalam diri kita sendiri, kitalah yang memiliki kekuasaan untuk memformatnya.
so
THIS IS MY LIFE AND I PROUD OF IT, DEFINETILY !!!
Yah!!! ketemu lagi dengan internet… mood lagi nulis di blog… makin iri lagi ngeliat blog2 yang manis-manis.
beberapa hari ini episode kehidupanku banyak diwarnai dengan perenungan yang dalam, lengkap dengan background musik minro mencabik-cabik hati…
pertamanya, saya abis keserempet motor. waktu itu hari minggu abis ngajar les di sekolah, terus mendampingi anak2 latihan nasyid, saya pulang ke rumah dengan riang gembira meski hujan mulai rintik, untung bawa jas hujan pikirku, maka saya mengeja jalanan ke rumah sambil bernyanyi-nyanyi kecil… duh indahnya.
setiba di belokan dari sungai saddang-pelita ke pettarani, saya niatnya mo ambil kanan untuk mutar masuk ke lorong rumahku di samping warung pondok bambu, negok kanan-nengok kiri ok! aman pikirku saya mengarahkan motor ke area kanan jalan dan BRUAKKK!!! seekor motor tiger dengan pengendara yang tidak sigap menyambarku dari belakang, waktu berdetak lambat, mtakau merekam persis setiap momen itu; saya jatuh ke aspal yang basah oleh hujan dengan bahu kanan lebih dahulu mendarat, sementara sangkala widodo suprayanto the almighty motor honda supraku itu berputar-putar melawan kecepatan yang tiba-tiba berhenti mendadak.
saya melambaikan tangan keatas, paniK! jangan sampai ada mobil yang menyambutku dari belakang. saya berlari menepi, motorku di selamatkan oleh seorang tukang becak dan krakkk!!! duh bahu kananku berderak, wah! patah nih! pikirku…
akhirnya saya bisa tiba di rumah dengan naik becak sambil menahan rasa nyeri dan kepanikan. baru sekali ini saya yang pengendara motor yang baik hati, taat kepada peraturan lalu lintas, mengalami kejadian begini rupa. Shit!
akhirnya saya harus melewati hari-hari dengan kondisi bahu yang error, sampai sekarang pun masih belum fix 100%. sudah diurut tapi belum sempurna, sepertinya ada tulang yang bergeser dan rasanya bos nyeri sekali…
ok! kondisiku sekarang seperti itu, saya mencoba merenung apa hikmah dari peristiwa ini, malamya opik dan danil temanku datang menjenguk mereka sukses menghiburku disamping kita sudah lama tidak bertemu, lalu beberapa malam sesudah kejadian itu giliran p’haji danil dan astuti datang ke rumah, kami diskusi mencoba mencerna kalimat apa yang hendak ditanamkan-Nya ke dalam kepalaku…
ternyata kita tidak punya daya untuk menolak rencanaNya, musibah sesungguhnya adalah sebuah proses pencucian diri, bukan hukuman sama sekali tetapi sebuah upaya untuk membangunkan kembali kesadaran kita bahwa diatas segala kesombongan diri ada Dia yang Maha.
sekarang saya masih menikmati rasa nyeri ini, terapi urutnya tetap berjalan dan yah gitu deh hidup akan berlari memangsa usia… memberi kita waktu untuk menguapkan mimpi-mimpi…
aku tengadah dapat kuhirup keindahan langit, kuresapi denting angin, bermandi cahaya matahari…
sungguh hidup ini indah!

Bebas Ajah..