setelah terlalu jauh berlari. dari kenyataan, ketakutan juga mimpi-mimpi yang mengaburkan pandangan rasanya damai itu menyiram habis kedukaan serupa air memadamkan bara, menyisakan kepulan asap.

itulah yang selalu dijanjikan oleh Nya. kemanapun kita mengejar dunia ini, selalu saja Dia yang memegang kendali atas hidup yang luar biasa ini. meskipun kita tak henti berbuat dosa, meragukan keyakinan sendiri, mempertanyakan kemungkinan-kemungkinan ataupun marah terhadap keadaan, sungguh hanya Dia tempat kita bersandar, tempat kita kembali meruntuhkan keangkuhan dan pada saat yang sama merasakan kenikmatan ekstase, duduk berhadapan dengan ilahi…