
bukan artikel motivasi sih. cuman mau sharing ajah kalau positive thinking dan terutama sekali positive feeling itu luar biasa dahsyatnya.
ceritanya hari minggu 6.9.9. kemarin saya niatkan untuk ke panti asuhan memberikan sekedar sumbangan dari gaji saya bulan ini, jumlahnya sih tidak seberapa tetapi yang saya hormati dari proses ini adalah sikap dan perasaan yang tanpa beban – tanpa mikir ketika menyerahkan amplop berisi uang tersebut.
Niat yang sejak beberapa hari sebelum terima gaji itu tuntas sudah, padahal malam sebelumnya saya masih menghabiskan malam dengan pro evolution soccer hingga dini hari. inilah salah satu cita-cita termulia saya yaitu tidak akan berhenti bermain PES sampai tua :) dan hasilnya minggu pagi pukul 11 saya terbangun dengan nyawa sebelas dua belas, resiko yang selalu saya nikmati kalau kurang tidur.
Janjian untuk bertemu icha salah seorang staff di el matra pun molor hingga ke pukul 12. Sungguh inilah waktu dimana matahari sedang garang-garangnya membakar makassar, rasanya sih mendingan menghabiskan hari dengan jurus “tidur beruang kutub” tetapi niat sudah bulat maka kami pun berboncengan menyusuri jalanan menuju wilayah samata, sebuah area di lingkar terluar kota makassar. Panas sungguh dan untuk mencapai tujuan kami hanya bermodal ingatan icha tentang sebuah panti asuhan yang katanya pernah ia sambangi bertahun yang lalu. Saya sepakat saja terhadap kemungkinan yang meragukan itu.
Dan benarlah hingga kami nyaris menyentuh perbatasan kabupaten gowa, panti asuhan yang dimaksud tidak juga terdeteksi, betapa ingatan kami seringkali lalai berkejaran denngan pesatnya pembangunan di kota makassar yang memaksa kita merubah kenangan-kenangan lampau. Sampai icha nyaris putus asa, “k’ jhod, kita cari di kabupaten gowa saja atau masuk ke arah pusat kota makassar, pastinya cukup banyak panti asuhan yang tersebar disana” ujarnya. kali ini saya memilih tidak sepakat terhadap kemungkinan yang cenderung meyakinkan itu.
Tuhan berpihak dan Kali ini saya yang menang, kurang dari 50 meter didepan terpampanglah sebuah papan nama “panti asuhan yayasan wahyu”. Jangan menyangka bahwa itulah panti yang dimaksud icha, tidak sama sekali. Maka kami mengetuk pintu, mengucapkan salam dan diterima oleh seorang gadis berusia sekitar 25 an. Suasananya cukup lengang, “mohon maaf sepi pak. adik-adik sedang ada undangan” katanya menjelaskan tanpa menunggu saya bertanya.
Kami berdiskusi panjang lebar tentang sejarah panti asuhan tersebut, jumlah penghuninya berkisar 40 an orang dan semuanya masih dalam usia sekolah, sang pengelola sendiri berstatus mahasiswa disalah satu universitas di makassar. Hmm, ada getaran yang sangat nyaman di dalam hati ketika kita mencoba berempati dan melihat kehidupan melalui mata orang lain. Saya membayangkan bagaimana rasanya kalau sayalah penghuni panti asuhan tersebut, kiranya kerinduan macam apakah yang terasa menjelang tidur setiap malamnya? Itulah mengapa Rasulullah begitu mencintai anak-anak yatim, perih dan sakit itu seringkali hanya bisa dijawab oleh Tuhan sendiri melalui orang-orang yang terbuka hatinya untuk merangkul mereka, saya berdoa semoga kita semua termasuk didalamnya.
Dan benar kata ust. Yusuf mansyur bahwa Allah dan malaikatnya tidak diam melihat kesibukan kita menjalani hari-hari, semalam saya mendapat tawaran dari salah satu company untuk terlibat didalam manajemennya, dan itupun bisa tembus sungguh hanya karena Allah yang menggerakkan mereka, sama sekali tanpa usaha dari saya pribadi. Alhamdulillah, saya berdoa semoga senantiasa diberikan tidak saja kemampuan melainkan kemauan dan istiqomah didalam berbagi kepada sesama, amin.

1 comment
Comments feed for this article
September 11, 2009 pada 11:54 pm
indiecalista
beberapa waktu belakangan ini akun wordpressku mengalami gangguan, entah kenapa setiap kali login yang muncul adalah tampilan postingan bulan agustus lalu, padahal sudah ku update neh?! bingung…