The True Side…

Judul diatas sebenarnya untuk menggambarkan bagaimana perasaan saya selama pelaksanaan pesantren kilat SDN Mangkura III yang berlangsung sejak hari senin, 24 - rabu, 26 juni 2008 kemarin.

siswa-siswi ku yang manis-manis dan seringkali mengesalkan itu :) benar-benar memperlihatkan sisi mereka yang jauh lebih indah… waktu itu ada sesi dimana kita -para panitia- menyajikan slide sambil memperdengarkan lagu Bunda-nya Melly dan Titip Rindu Buat Ayah-nya Ebiet G. Ade. Nah, disitulah mereka semua nangis bombya karena di suguhi sebuah drama tentang kasih sayang orang tua.

saya sendiri cukup tersentuh melihatnya… dan kegiatan semacam ini membangun sebuah chemistry yang lebih baik buat kami para guru dan siswa-siswi sendiri…

ini beberapa dokumentasinya…

OUTBOND yang ANEH

Hari minggu lalu EL Matra bikin outbond di KNPI. Yeah ! seru n asik banget karena lokasinya lumayan teduh, cuaca juga sangat bersahabat.
Unfortunatelly tim ku ga dapat predikat sama sekali… ^.^
Ini dia foto-fotonya…

It’s A Wonderful Journey

“This is my life !” begitu tegas saya kepada arief ketika dia mengajakku begadang di UKM Seni UNM beberapa malam yang lalu, padahal besok saya harus ngajar pagi-pagi karena siswa-siswaku udah masuk ke musim ujian.
Arief memandangku dengan tatapan memaksa sekaligus bertanya, kenapa?!
kenapa saya lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan di dunia pendidikan, kenapa ‘berkhianat’ dari kessenian… ugh! saya harus menampar kepalanya berkali-kali, membenturkannya ketembok supaya kawan-kawan semacam arief membuka mata bahwa kahidupan ini adalah sebuah ekosistem yang holistik, menyeluruh, sinergi!
Kita sendirilah yang menyiksa diri dengan melakukan pemetaan-pemetaan dan mebangun batasan yang tidak perlu, hanya dengan tujuan untuk memberikan definisi dan identitas diri. ini semata sekedar menunjukkan kerapuhan kita akan hakikat manusia sesungguhnya (weits dalem yah?!). tapi serius, kalau saja saya tidak bertemu dengan pencerahan ini rasanya saya akan terseok-seok mencari-cari dimana posisi, ruang, area tempatku pantas berada… banyak orang begitu kan?! anda juga barangkali…

Setelah sepanjang masa kuliah bergelut dengan organisasi seni di kampus parangtambung, lalu pasca alumni tiba-tiba tercebur ke dunia pendidikan benar-benar membuat saya harus beradaptasi dengan pola pikir, sikap dan paradigma yang seringkali bertolak belakang (?!) atau berbeda dengan yang sebelumnya saya pahami dan saya agung-agungkan.
di satu sisi rasanya memang saya masih sangat ingin berhujan-hujan menikmati derasnya keleluasaan berekspresi, tetapi pada sisi lain ada hal yang tidak mesti selalu di mengerti. Lagipula setelah menemukan p’haji danil -nanti saya akan ceritakan tentang beliau ada semacam kesadaran tentang kehidupan yang perlahan-lahan tumbuh dan berkembang di dalam jiwaku.
bahwa sesungguhnya pengertian kebahagiaan ada di dalam diri kita sendiri, kitalah yang memiliki kekuasaan untuk memformatnya.

so
THIS IS MY LIFE AND I PROUD OF IT, DEFINETILY !!!

flow as the wind blow

Yah!!! ketemu lagi dengan internet… mood lagi nulis di blog… makin iri lagi ngeliat blog2 yang manis-manis.

beberapa hari ini episode kehidupanku banyak diwarnai dengan perenungan yang dalam, lengkap dengan background musik minro mencabik-cabik hati…

pertamanya, saya abis keserempet motor. waktu itu hari minggu abis ngajar les di sekolah, terus mendampingi anak2 latihan nasyid, saya pulang ke rumah dengan riang gembira meski hujan mulai rintik, untung bawa jas hujan pikirku, maka saya mengeja jalanan ke rumah sambil bernyanyi-nyanyi kecil… duh indahnya.

setiba di belokan dari sungai saddang-pelita ke pettarani, saya niatnya mo ambil kanan untuk mutar masuk ke lorong rumahku di samping warung pondok bambu, negok kanan-nengok kiri ok! aman pikirku saya mengarahkan motor ke area kanan jalan dan BRUAKKK!!! seekor motor tiger dengan pengendara yang tidak sigap menyambarku dari belakang, waktu berdetak lambat, mtakau merekam persis setiap momen itu; saya jatuh ke aspal yang basah oleh hujan dengan bahu kanan lebih dahulu mendarat, sementara sangkala widodo suprayanto the almighty motor honda supraku itu berputar-putar melawan kecepatan yang tiba-tiba berhenti mendadak.

saya melambaikan tangan keatas, paniK! jangan sampai ada mobil yang menyambutku dari belakang. saya berlari menepi, motorku di selamatkan oleh seorang tukang becak dan krakkk!!! duh bahu kananku berderak, wah! patah nih! pikirku…

akhirnya saya bisa tiba di rumah dengan naik becak sambil menahan rasa nyeri dan kepanikan. baru sekali ini saya yang pengendara motor yang baik hati, taat kepada peraturan lalu lintas, mengalami kejadian begini rupa. Shit!

akhirnya saya harus melewati hari-hari dengan kondisi bahu yang error, sampai sekarang pun masih belum fix 100%. sudah diurut tapi belum sempurna, sepertinya ada tulang yang bergeser dan rasanya bos nyeri sekali…

ok! kondisiku sekarang seperti itu, saya mencoba merenung apa hikmah dari peristiwa ini, malamya opik dan danil temanku datang menjenguk mereka sukses menghiburku disamping kita sudah lama tidak bertemu, lalu beberapa malam sesudah kejadian itu giliran p’haji danil dan astuti datang ke rumah, kami diskusi mencoba mencerna kalimat apa yang hendak ditanamkan-Nya ke dalam kepalaku…

ternyata kita tidak punya daya untuk menolak rencanaNya, musibah sesungguhnya adalah sebuah proses pencucian diri, bukan hukuman sama sekali tetapi sebuah upaya untuk membangunkan kembali kesadaran kita bahwa diatas segala kesombongan diri ada Dia yang Maha.

sekarang saya masih menikmati rasa nyeri ini, terapi urutnya tetap berjalan dan yah gitu deh hidup akan berlari memangsa usia… memberi kita waktu untuk menguapkan mimpi-mimpi…

aku tengadah dapat kuhirup keindahan langit, kuresapi denting angin, bermandi cahaya matahari…

sungguh hidup ini indah!

THE ART OF LETTING GO…

semakin hari semakin perlu kita belajar untuk membiarkan semuanya berjalan apa adanya mengikuti aliran sungai kehidupan dengan rumus-rumus semesta yang tak terjangkau pikiran kita”, begitu kutip Gede Prama dari salah seorang guru yoga. Read more »